Harga solar industri masih menjadi salah satu faktor paling krusial dalam menentukan struktur biaya operasional di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, konstruksi, hingga pertambangan. Fluktuasi harga bahan bakar tidak hanya berdampak pada biaya harian, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap perencanaan anggaran jangka menengah dan panjang.
Memasuki pertengahan Januari 2026, pergerakan harga solar industri menunjukkan sinyal stabilisasi, setelah sebelumnya mengalami kenaikan signifikan pada kuartal ketiga dan awal kuartal keempat 2025.
| Jenis Produk | Wilayah 1 (Rp/KL) | Wilayah 2 (Rp/KL) | Wilayah 3 (Rp/KL) | Wilayah 4 (Rp/KL) |
|---|---|---|---|---|
| Pertamax Turbo | 15.650.000 | 15.750.000 | 15.850.000 | 16.000.000 |
| Pertamax | 14.450.000 | 14.550.000 | 14.650.000 | 14.800.000 |
| Pertalite | 13.750.000 | 13.850.000 | 13.950.000 | 14.100.000 |
| Minyak Tanah (Kerosene) | 13.700.000 | 13.800.000 | 14.000.000 | 14.200.000 |
| Dex 10 ppm | 21.700.000 | 21.700.000 | 21.800.000 | 21.950.000 |
| Dex 50 ppm | 21.600.000 | 21.600.000 | 21.700.000 | 21.850.000 |
| Bio Pertamina Dex | 21.600.000 | 21.600.000 | 21.700.000 | 21.850.000 |
| Dexlite | 21.550.000 | 21.550.000 | 21.650.000 | 21.800.000 |
| Biosolar Industri (B40) | 21.450.000 | 21.450.000 | 21.550.000 | 21.700.000 |
| Biosolar Industri (B-0) | 17.600.000 | 17.600.000 | 17.700.000 | 17.850.000 |
| M. Diesel | 16.450.000 | 16.450.000 | 16.550.000 | 16.700.000 |
| MFO Low Sulphur* | 15.900.000 | 15.900.000 | 15.900.000 | 15.900.000 |
| MFO High Sulphur 180 Cst* | 13.750.000 | 13.850.000 | 13.950.000 | 14.100.000 |
* dalam satuan Rp/MT
Keterangan Wilayah:
- Wilayah 1: Sumatera, Jawa, Madura, Bali
- Wilayah 2: Kalimantan
- Wilayah 3: Sulawesi dan NTB
- Wilayah 4: Papua, Maluku, dan NTT
Catatan Penting:
- Harga berlaku pada saat penyerahan BBM dari instalasi/Depot Pertamina
- Harga belum termasuk ongkos angkut/pengiriman
- Seluruh produk dikenakan:
- PPN 11%
- PPh 0,3%
- PBB-KB sesuai sektor usaha:
- 5% untuk transportasi & kontraktor jalan
- 4,5% untuk pertambangan, kehutanan, dan perkebunan
- 0,858% untuk sektor usaha lainnya
Harga di atas belum termasuk ongkos angkut/pengiriman.
Perbandingan Tren Harga: Pertengahan Desember 2025 vs Pertengahan Januari 2026
Setelah mengalami kenaikan signifikan pada kuartal ketiga dan awal kuartal keempat 2025, harga solar industri pada pertengahan Januari 2026 menunjukkan tren stabil dengan kenaikan yang relatif tipis. Beberapa produk BBM bahkan terpantau tidak mengalami perubahan berarti, mengindikasikan adanya penyesuaian terhadap harga minyak dunia dan kondisi pasar domestik.
Berikut perbandingan perubahan harga antara pertengahan Desember 2025 dan 14 Januari 2026:
| Jenis BBM | Desember 2025 (Rp/KL) | 14 Januari 2026 (Rp/KL) | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Biosolar Industri (B40) | 21.400.000 | 21.450.000 | +0,23% |
| Biosolar Industri (B-0) | 17.500.000 | 17.600.000 | +0,57% |
| Minyak Tanah / Kerosene | 13.700.000 | 13.700.000 | Stabil |
| MFO (Marine Fuel Oil) | 13.700.000 | 13.750.000 | +0,36% |
*) Harga di atas merupakan harga dasar keekonomian (belum termasuk pajak dan ongkos angkut).
Ringkasan Tren Harga
Dari perbandingan di atas, terdapat beberapa poin penting yang dapat dicermati:
- Kenaikan harga Biosolar B40 dan B-0 tergolong sangat tipis, menandakan pasar mulai memasuki fase stabil setelah lonjakan sebelumnya.
- Harga Kerosene tidak mengalami perubahan, menunjukkan permintaan dan pasokan yang relatif seimbang.
- MFO hanya mengalami penyesuaian kecil, sejalan dengan dinamika sektor maritim dan logistik.
- Secara umum, harga BBM industri berada pada titik keekonomian baru yang lebih tinggi, namun dengan volatilitas yang jauh lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya.
Implikasi bagi Pelaku Usaha
Stabilisasi harga ini memberikan ruang bagi pelaku industri untuk:
- Menyusun perencanaan biaya operasional yang lebih presisi
- Mengoptimalkan strategi pengadaan dan pasokan
- Mengurangi risiko fluktuasi mendadak dalam jangka pendek
Namun demikian, perusahaan tetap perlu memperhitungkan bahwa level harga saat ini sudah lebih tinggi dibanding sebelum Oktober 2025, sehingga efisiensi penggunaan dan keandalan pasokan menjadi semakin krusial.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Solar Industri
Harga solar industri di Indonesia tidak berdiri sendiri. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakannya antara lain:
- Harga minyak mentah dunia, yang masih dipengaruhi dinamika geopolitik global
- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, mengingat sebagian besar komponen harga berbasis impor
- Kebijakan energi nasional, termasuk bauran energi dan implementasi biodiesel
- Transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan, yang mulai memengaruhi pola konsumsi dan struktur harga solar industri
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat harga solar industri bersifat dinamis dan perlu dipantau secara berkala oleh pelaku usaha.
Insights untuk Industri dan Pelaku Bisnis
Fokus pada Biosolar B40
Lonjakan harga Biosolar B40 pada Oktober 2025 menjadi perhatian utama bagi industri. Meski harganya naik lebih dari 20% dibanding September, penggunaan B40 tetap relevan dan strategis karena beberapa faktor:
- Kepatuhan Regulasi: Pemerintah terus mendorong bauran energi berbasis biodiesel hingga 40%. Dengan menggunakan B40, perusahaan tetap berada dalam koridor hukum, terhindar dari sanksi, dan mendukung target transisi energi nasional.
- Efisiensi Operasional: Hasil uji laboratorium sebelumnya menunjukkan B40 memiliki cetane index yang baik dan kadar sulfur rendah, sehingga pembakaran lebih sempurna dan mesin bekerja optimal. Efisiensi ini membantu mengurangi konsumsi bahan bakar per jam operasional meski harga naik.
- Dukungan Reputasi & ESG: Penggunaan energi ramah lingkungan menjadi nilai tambah dalam Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan yang beralih ke B40 dapat meningkatkan citra positif di mata konsumen, investor, dan mitra bisnis.
Intinya: B40 bukan hanya sekadar bahan bakar, melainkan juga strategi bisnis jangka panjang untuk menyeimbangkan efisiensi biaya, kepatuhan hukum, dan reputasi keberlanjutan.
Percayakan Pasokan B40 Anda pada PASLOG
Jika perusahaan Anda ingin memastikan pasokan Biosolar B40 yang terjamin kualitasnya, legal, dan sesuai regulasi pemerintah, maka PT Patra Sinergi Logistik (PASLOG) adalah mitra yang tepat.
- Distributor resmi & patuh hukum
- Jaminan kualitas sesuai standar uji laboratorium
- Layanan konsultasi untuk kebutuhan industri
Hubungi tim PASLOG sekarang dan temukan solusi pasokan bahan bakar terbaik untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda.








