Kualitas solar industri memegang peran yang vital dalam industri yang bergantung pada bahan bakar. Misalnya, transportasi laut, manufaktur, dan alat berat. Solar yang tidak memenuhi standar mutu bisa menyebabkan kerusakan mesin hingga pemborosan biaya operasional.
Maka dari itu, penting bagi setiap perusahaan memahami cara mengecek standar mutu dan keaslian solar industri sebelum digunakan. Simak artikel ini hingga selesai untuk memastikan solar yang Anda gunakan benar-benar asli.
1. Pahami Standar Mutu Solar Industri di Indonesia
Langkah pertama, pahami standar mutu yang berlaku. Di Indonesia, solar Indonesia mengacu pada ketentuan dari Standar Nasional Indonesia 9 SNI 7182:2015.
Beberapa parameter utama dalam standar mutu solar yakni:
- Kandungan sulfur maksimal 2.500 ppm
- Nilai cetane number minimal 45
- Kandungan air dan sedimen yang harus minimal
- Kepadatan dan viskositas sesuai spesifikasi
Pastikan penyedia solar yang Anda pilih memiliki dan menunjukkan sertifikat hasil uji laboratorium sesuai standar tersebut. Sertifikat ini biasanya diterbitkan oleh laboratorium independen atau terakreditasi.
2. Periksa Dokumen Legalitas dan Asal Distribusi
Cara paling sederhana untuk mengecek keaslian solar industri adalah dengan memeriksa legalitas penyedia dan dokumen distribusi bahan bakar.
Pastikan agen supply memiliki syarat berikut ini:
- Terdaftar resmi di Direktorat Jenderal Migas sebagai badan usaha niaga BBM
- Memiliki izin usaha niaga umum (IUNU) untuk solar industri
- Menyertakan dokumen delivery order dan surat jalan resmi dari Pertamina atau depot mitra distribusi
Solar industri yang asli dan legal tidak dijual bebas di SPBU umum. Maka, apabila penawaran solar datang dari pihak tanpa izin resmi atau dengan harga jauh di bawah pasar, sebaiknya Anda waspada terhadap kemungkinan BBM ilegal maupun oplosan.
3. Uji Fisik di Lapangan
Selain mengecek dokumen, Anda juga bisa mengecek keaslian BBM melalui ciri fisik bahan bakar. Berikut beberapa indikator visual:
- Warna solar industri
Biasanya berwarna kekuningan hingga sedikit kecoklatan. Jika terlalu gelap atau keruh, besar kemungkinan ada campuran atau kontaminasi
- Bau solar asli
Bau yang asli memiliki aroma khas bahan bakar diesel. Jika bau menyengat seperti bensin, patut dicurigai adanya pencampuran bahan lain
- Tidak ada endapan
Bila tidak ada endapan di dasar wadah, Anda perlu mencurigai. Endapan atau partikel halus bisa menandakan kualitas rendah atau solar oplosan.
Meskipun pemeriksaan visual ini tidak seakurat uji laboratorium, cara ini cukup efektif untuk skrining awal di lapangan.
4. Lakukan pengujian Laboratorium Jika Diperlukan
Untuk hasil yang lebih akurat, Anda bisa melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel solar. Beberapa parameter yang bisa diuji antara lain:
- Density (kg/m³)
- Viskositas kinematik (cSt)
- Flash point (°C)
- Kandungan sulfur (%)
- Kadar air dan sedimen
Hasil uji ini akan dibandingkan dengan standar SNI untuk menentukan apakah solar masih memenuhi spesifikasi mutu. Jika Anda bekerjasama dengan supplier resmi seperti PT Patra Sinergi Logistik, hasil uji tersebut sudah disediakan secara berkala sebagai bentuk jaminan kualitas.
5. Pilih Supplier Solar Industri Terpercaya
Langkah terakhir yang tak kalah penting yaitu pastikan Anda hanya bekerjasama dengan badan usaha penyedia solar industri resmi dan bersertifikat.
Supplier terpercaya seperti PT Sastra Sinergi Logistik selalu memastikan seluruh produk yang disalurkan:
- Berasal dari sumber legal yang terdaftar di Ditjen Migas
- Sudah melalui proses uji mutu sesuai SNI dan ketentuan pemerintah
- Didukung sistem distribusi yang aman efisien, dan terverifikasi
Memastikan keaslian dan standar mutu soal industri bukan hanya soal teknis, tetapi juga investasi jangka panjang bagi perusahaan. Mulailah dari pengecekan dokumen, uji fisik, hingga uji laboratorium apabila diperlukan.
Dengan bekerjasama dengan PT Patra Sinergi Logistik, Anda bisa memastikan bahwa setiap tetes solar yang digunakan benar-benar asli, bermutu, dan efisien untuk kebutuhan industri Anda.








